WAASOPS KASAL BUKA LATIHAN PPKM TA 2017 DI KODIKLATAL

Senin, 17/04/2017 13:26 WIB

Kodiklatal, (17/4).

Wakil Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Waasops Kasal) Laksma TNI Mintoro Yulianto, S.Sos., M.Si, secara resmi membuka Latihan Proses Pengambilan Keputusan Militer (PPKM) Tahun 2017 yang dipusatkan di Ruang Auditorium Gedung Kalimantan Pusat Latihan Elektronika dan Sistem Kendali Senjata (Puslatlekdalsen) Kesatrian Bumimoro Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal), Senin, (17/4).

Hadir dalam acara tersebut Wadan Kodiklatal Brigjen TNI Marinir Kasirun Situmorang, Komandan Kodikopsla Laksma TNI Soetrisno Sandi Asmara, S.T, para Direktur Kodiklatal dan perwakilan pejabat Kotama TNI AL.

Adapun tema yang diambil dalam pelaksanaan Latihan PPKM adalah “TNI Angkatan Laut melaksanakan Latihan Proses Pengambilan Keputusan Militer (PPKM) TA 2017 di wilayah Surabaya dalam rangka mendukung keberhasilan Operasi Gabungan TNI dan kampanye Militer.”

Latihan Proses Pengambilan Keputusan Militer (PPKM) Tahun 2017 yang akan berlangsung selama dua hari tersebut diikuti sedikitnya 90 peserta yang berasal dari berbagai Kotama TNI AL diantaranya Koarmabar, Koarmatim, Kolinlamil, Kormar, Kodiklatal dan beberapa personel dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Mabesal.

Asops Kasal Laksda TNI I.N.G.N. Ary Atmaja, S.E dalam sambutan yang dibacakan Waasops Kasal Laksma TNI Mintoro Yulianto, S.Sos., M.Si, menyampaikan Tugas Pokok TNI seperti yang diamanatkan oleh undang-undang bahwa TNI AL melaksanakan serangkaian kegiatan operasi berupa operasi Militer untukm perang maupun operasi militer selain perang. Operasi militer dilaksanakan untuk menanggulangi setiap ancaman nyata baik yang didasarkan pada rencana kontijensi yang dirumuskan melalui perencanaan strategis maupun untuk menghadapi ancaman yang bersifat mendadak dan tidak dipersiapkan sebelumnya.

Dalam rangka menghadapi ancaman khususnya ancaman agresi muliter Negara lain, TNI menggelar operasi militer perang dalam bentuk kampanye militer merupakan serangkaian  dari beberapa operasi gabungan yang dilaksanakan secara berurutan atau secara serentak, untuk mencapai sasaran strategis Panglima Komando Gabungan (Pangkogab), melalui  rencana kampanye militer, Pangkogab menuangkan visi dan misi strategisnya yang berupa susunan rencana operasi  Kogasgab-Kogasgab yang dibutuhkan  untuk mencapai sasaran strategis yang telah ditetapkan.

Lebih lanjut disampaikan, penyelenggaraan operasi gabungan dan kampanye militer dilaksanakan melalui melalui tahapan kegiatan perencanaan untuk menentukan suatu keputusan melalui Proses Pengambilan Keputusan Militer (PPKM) atau yang sering kita kenal dengan  istilah Proses Biltus. Proses Pengambilan Keputusan  (Biltus) pada tataran Komando  Gabungan dalam rangka penyelenggaraan  operasi gabungan dan kampanye militer merupakan metode pengambilan keputusan cara militer.

Dinamika proses pengambilan keputusan militer dalam suatu perencanaan militer sangatlah dinamis, hal ini disebabkan oleh sifat, ruang lingkup dan tempo operasi militer yang terus menerus berubah. Namun proses dasar pengambilan keputusan harus efektif dan tindak lanjutnya harus dipahami oleh semua Panglima atau Komandan dan perwira staf serta disesuaikan dengan situasi yang berlaku.