KOMANDAN KOBANGDIKAL BUKA PENDIDIKAN PASUKAN ELIT TNI AL

Rabu, 30/09/2015 15:35 WIB

Setelah lolos dalam sidang Penentuan Akhir (Pantukhir) Pendidikan Brevet (Dikbrevet) TNI AL tahun 2015, sebanyak 103 calon pasukan elit TNI AL ini resmi mengikuti pendidikan di Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Kobangdikal). Adapun pembukaan pendidikan tersebut dipimpin langsung Komandan Kobangdikal Laksda TNI Tri Wahyudi Sukarno, S.E. M.M di Lapangan Laut Maluku Kesatrian Bumimoro, Kobangdikal, Surabaya, Rabu, (30/9).

Dari jumlah 103 prajurit yang mengikuti Dikbrevet tersebut, 30 orang diantaranya mengikuti Pendidikan Pasukan Katak (Dikpaska) di Sekolah Pasukan  Katak (Sepaska) dan 22 orang Pendidikan Juru Selam (Dikjursel) di Sekolah Juru Selam (Sejursel), kedua sekolah tersebut berada di bawah Pusat Pendidikan Khusus (Pusdiksus), Kodikopsla yang  berlokasi di Ujung, Surabaya.

Sementara itu untuk Pendidikan Calon Awak Kapal Selam (Dikcawakkasel), menyertakan 18 orang yang akan digembleng di Sekolah Kapal Selam (Sekasel) yang berlokasi di Bumimoro Surabaya, sedangkan Pendidikan Intai Amfibi (Diktaifib) diikuti 33 orang yang akan menjalani pendidikan di Sekolah Khusus (Sesus) Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar) yang berlokasi di Gunungsari Surabaya.

KomandanKobangdikal Laksda TNI Tri Wahyudi Sukarno, S.E. M.M dalam sambutanya menyampaikanucapan selamat atas keberhasilan para siswa  yang telah masuk dalam pendidikan Brevet TNI AL yang meliputi pendidikan Pasukan Katak, Juru Selam, Calon Awak Kapal Selam dan Pendidikan Intai Amfibi sesuai keinginan dan cita-cita para siswa selama ini. Oleh karena itu, sudah selayaknya para siswa merasa bersyukur kepada Tuhan yang maha kuasa, Allah SWT dan bangga atas keberhasilan ini. Namun, yang lebih penting adalah para siswa mampu mengikuti pendidikan dengan sungguh-sungguh agar nanti berhasil sesuai dengan tujuan dan sasaran yang diharapkan masing-masing prodik.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Indonesia yang memiliki dua per tiga wilayah perairan telah menentukan  visi untuk menjadi poros maritim dunia,keamanan maritim di perairan yurisdiksi Indonesia akan menjadi barometer bagi situasi keamanan maritim Asia Tenggara maupun Asia Pasifik. Demikian pula sebaliknya, dinamika perkembangan lingkungan strategis  akan berpengaruh terhadap situasi  keamanan  maritim  Indonesia.

Untuk menjaga kepentingan nasional di laut, Indonesia harus mampu mengendalikan laut secara efektif, sehingga berbagai potensi ancaman yang muncul dari laut dapat diminimalisir, antara lain masalah sengketa perbatasan, gangguan keamanan dan pelanggaran hukum serta eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam laut secara ilegal. Pengendalian laut sangat terkait dengan kekuatan laut (Sea power) yang dimiliki  oleh  suatu  negara.  Sea  power  di sini tidak hanya mencakup armada kapal perang saja, namun juga segala potensi kekuatan nasional yang menggunakan laut sebagai wahananya.

Menurutnya untuk mencapai The Future Of Indonesian Sea Power, tidak dapat di-pisahkan dengan kebutuhan akan eksis-tensi kekuatan TNI AL yang profesional, andal dan disegani pada tataran World Class Navy, yang diukur dalam empat keunggulan, yaitu unggul sumber daya manusia, teknologi, organisasi dan unggul dalam kemampuan operasionalnya.